Marbel adalah kepanjangan dari Mari Belajar sambil Bermain. Gim yang diproduksi oleh Educa Studio ini, telah diunduh oleh jutaan pengguna internet, khususnya anak usia dini. Marbel memang dibuat untuk mendukung perkembangan anak usia PAUD dan TK. Ini beberapa alasan mengapa gim Marbel sangat digemari oleh jutaan anak Indonesia di kala liburan Nataru: Produk Marbel ada beberapa macam, antara lain: Marbel Membaca Marbel Menulis Marbel Angka Marbel Belajar Hewan. Produk Marbel yang paling lengkap berjudul Marbel TK dan PAUD, yang merangkum beragam manfaat dari produk Marbel lainnya. Dengan gim ini, anak-anak bisa belajar membaca, menulis, berhitung, belajar transportasi, dan materi dasar lain yang biasa diajarkan di TK / PAUD. Mengapa Marbel begitu digemari anak Indonesia? 1. Audio visual yang menarik Grafis gim ini sangat sederhana dan menarik. Anak tidak akan merasa bosan dengan grafis dan musik yang disuguhkan. 2. Interaktif dan menyenangkan Anak masa kini sangat menyukai segala bentuk permainan yang menantang. Anak jadi makin semangat belajar dan terdorong untuk memperoleh hasil yang baik. 3. Menguatkan motorik halus Dengan gerakan jari dan tangan (mengetuk, menyeret, atau membuat bentuk) pada layar HP, motorik halus anak akan terlatih. Baca juga: 5 Aktivitas Mudah Kembangkan Motorik Halus Anak Saat Ramadan 4. Menguatkan kognitif Anak bisa belajar aneka pengetahuan yang telah dikelompokkan menjadi beberapa tema, sehingga mempermudah anak dalam memahami atau menguasai materi. 5. Menguatkan keterampilan bahasa Anak bisa belajar memahami instruksi, mengenal kosakata baru, dan belajar mengucapkan kata atau kalimat dengan tepat. Contoh gimnya adalah Marbel Membaca atau Marbel Buah. Baca juga: 7 Ciri Anak Usia Dini yang Memiliki Kecerdasan Berbahasa dan Cara Membimbingnya! 6. Melatih kemandirian Meski terkadang anak perlu didampingi orang tua saat belajar, tapi bermain gim Marbel sangat memungkinkan anak untuk belajar secara mandiri. 7. Sederhana Aneka gim Marbel sangat sederhana, mudah dipahami, dan sudah dikelompokkan sesuai dengan usia anak. 8. Praktis dan efektif Gim Marbel bisa dimainkan dengan HP yang bisa dibawa atau dimainkan kapan dan di mana saja. 9. Mempererat bonding Gim Marbel memang diciptakan untuk anak Indonesia. Namun, dalam penggunaannya, sangat disarankan agar orang tua turut mendampingi anak, sehingga bonding-nya tetap terjaga bahkan justru makin erat. Baca juga: Tumbuhkan Ikatan Batin yang Erat antara Anak dengan Orang Tua bersama Riri Cerita Anak Interaktif 10. Menguatkan konsentrasi Beberapa permainan secara khusus dimainkan dengan konsentrasi tinggi, agar bisa menyelesaikan tugas secara cepat dan tepat. 11. Efisien (hemat biaya) Anak bisa belajar bersama orang tua di rumah dengan HP atau gadget. 12. Selalu update Games dalam aplikasi Marbel akan selalu diperbarui, untuk menyesuaikan perkembangan kurikulum Indonesia, juga berfokus pada kebutuhan anak dari masa ke masa. 13. Perlunya pendampingan orang tua Marbel memiliki banyak manfaat, keunggulan, juga sangat ramah anak. Namun, orang tua tetap perlu mendampingi mereka, agar bisa memberi batasan, khususnya dalam durasi penggunaan HP. Bantu si kecil untuk tidak menggunakan HP pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat makan malam, atau di tempat-tempat tertentu, seperti di ruang makan atau ruang keluarga. Ingatkan anak pula, akan pentingnya bersosialisasi, bermain dengan teman sebaya, melakukan kegiatan atau permainan fisik, dan berolahraga. Tetaplah menjadi teladan yang baik, agar si kecil makin bijak dalam menggunakan perangkat digital. Baca juga: 7 Aktivitas Fisik Anak PAUD yang Edukatif dan Menyehatkan Sumber Referensi 1. Freepik.com. (2024). Two cheerful kids their happy mom using phone video [1]
Bukan hanya sebagai media hiburan, dongeng RIRI hadir untuk anak Indonesia, sebagai media pembangun moral dan karakter. Yuk, ajak si kecil membaca RIRI, supaya mereka memiliki saat-saat liburan yang menakjubkan dan bermakna. Ayo simak juga aneka artikel tentang kegiatan liburan akhir semester dan Nataru Inilah 18 alasan mengapa ayah bunda perlu mengajak si kecil mengisi waktu liburan bersama RIRI (Cerita Anak Interaktif): 1. Mengandung pesan moral Dongeng RIRI dikemas dengan sederhana, mudah pahami, dan sarat akan pesan moral yang bermanfaat untuk membangun karakter. 2. Animatif dan interaktif Dongeng RIRI dikemas dalam bentuk animasi yang mampu menambah daya tarik si kecil, sehingga mempermudah proses memahami makna cerita dan pesan moralnya secara interaktif. 3. Bahasa yang sederhana Percakapan dengan bahasa yang sederhana memungkinkan si kecil, lebih mudah memahami jalan cerita dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi juga keterampilan linguistik mereka. Baca juga: Dorong Kemampuan Berbahasa Anak dengan Gim Riri Cerita Anak Interaktif 4. Mengembangkan daya imajinasi Si kecil akan dibawa ke dunia imajinasi yang menyenangkan, melalui tokoh dan latar yang unik. Hal ini akan membantu si kecil dalam membangun kreativitas, kecerdasan, serta daya imajinasinya. 5. Mempererat hubungan interpersonal Dengan mengajak si kecil menonton bersama dan mendiskusikan isi cerita RIRI secara interaktif, proses bonding yang makin erat antara orang tua dengan anak akan tercipta. 6. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis Dengan memberi aneka pertanyaan kepada si kecil setelah menonton animasi dongeng RIRI, kemampuan berpikir kritis mereka akan makin berkembang. Baca juga: Kembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak dengan Cara Ini! 7. Mengembangkan empati Beberapa dongeng RIRI mengisahkan tentang kepedulian, sopan santun, menghargai sesama, dan sikap mulia lainnya. Tentu hal ini sangat baik untuk mengembangkan rasa empati anak. 8. Menanamkan rasa bangga pada tradisi dan budaya Indonesia Selain cerita fantasi dan fabel, koleksi animasi dongeng RIRI banyak yang diadaptasi dari cerita rakyat terkenal, sehingga bisa mengenalkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. 9. Meningkatkan kemampuan dan minat membaca Dongeng RIRI tidak hanya hadir dalam bentuk animasi, namun, juga hadir dalam e-book dan buku cetak. Dengan demikian, hal ini, bisa meningkatkan kemampuan dan minat baca si kecil. 10. Melatih kemampuan mendengarkan Dongeng RIRI hadir dalam bentuk audio di platform Spotify. Tentu si kecil akan lebih dipermudah dalam menikmatinya, sehingga kemampuan mendengarkannya pun otomatis meningkat. Baca juga: 6 Cara Melatih Keterampilan Anak dalam Mendengarkan 11. Berlatih memahami emosi Si kecil akan dibawa ke dalam alur cerita yang beragam suasananya. Mereka akan mengalami rasa bahagia, haru, sedih, takut, dan lainnya, sesuai apa yang dialami tokoh dalam cerita. Baca juga: Kenalkan Aneka Emosi ke Anak, Ternyata Manfaatnya Luar Biasa 12. Media pengantar tidur Sebelum tidur, ajak si kecil mendengarkan dongeng RIRI di Spotify, agar mereka merasa lebih tenang. 13. Media hiburan yang ramah anak Si kecil pasti akan merasa senang saat menonton dongeng RIRI yang seru, apalagi jika ditemani orang tua dan keluarga. 14. Mengajarkan keterampilan memecahkan masalah Aneka dongeng RIRI menceritakan tokoh yang sedang berpetualang atau menghadapi suatu persoalan, sehingga si kecil akan belajar berpikir logis dan kreatif untuk menemukan jalan keluar. 15. Melatih keberanian dan kepercayaan diri Si kecil makin termotivasi menjadi pribadi yang pemberani dan percaya diri dengan menyaksikan tokoh-tokoh pendekar dan pahlawan yang gagah juga pemberani, dalam RIRI. Kembangkan Aneka Karakter Islami Si Kecil bersama KABI (Kisah Nabi) 16. Meningkatkan daya kolaborasi Kisah tokoh yang memiliki sahabat, senang bekerja sama, dan berjiwa sosial dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berkolaborasi atau berinteraksi dengan sesamanya. Baca juga: Variasi dan Kolaborasi Pembelajaran PAUD Berbasis Kesenian 17. Meningkatkan kemampuan visualisasi Ajak si kecil menikmati dongeng RIRI dengan mendengarkan (tanpa melihat visualnya). Ajak pula mereka menggambar adegan yang dianggap paling menarik dalam dongeng, agar kemampuan visualisasi si kecil makin terlatih dan berkembang baik. 18. Menumbuhkan rasa ingin tahu Dongeng berlatar belakang budaya dan kebiasaan masyarakat tertentu, juga dongeng yang menggambarkan keindahan alam dan hubungan harmonis antarmanusia, bisa memupuk rasa ingin tahu si kecil, dan memotivasinya untuk mempelajari hal baru. Ayah bunda, semoga dongeng RIRI bisa menjadi sahabat terbaik si kecil dalam mengisi waktu liburan. Selain menjadi media bonding, harapannya ketika si kecil membaca atau menikmati dongeng RIRI, mereka bisa menyerap berbagai manfaat yang terkandung di dalamnya. Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Little cute asian girl reading book nature [1]
Natal dan tahun baru menjadi kesempatan berharga bagi ayah bunda untuk berkegiatan bersama. Namun, kini, cuaca hujan sering melanda, terutama di sore hingga malam. Untuk menyiasatinya, ayah bunda perlu menyiapkan aneka aktivitas seru dan menyenangkan, yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah. Yuk, kita simak beberapa ide kegiatan liburan Natal dan Tahun baru yang menarik dan seru! Silakan membaca artikel menarik lainnya tentang aktivitas liburan semester dan Nataru 1. Bermain gim online interaktif Ajak Si Kecil bermain gim online yang bisa diunduh dalam aplikasi Google Playstore, misalnya Marbel TK dan PAUD dan Marbel Membaca. 2. Melakukan percobaan sains sederhana Coba ajak si kecil melakukan eksperimen pelangi warna-warni dalam gelas. Caranya: Siapkan gelas bening, air, gula, pewarna makanan (merah, kuning, biru), dan sendok Minta si kecil untuk melarutkan gula dalam air dengan konsentrasi berbeda (dari sedikit hingga banyak) pada tiap warna Tuang perlahan secara bertingkat menggunakan sendok untuk membuat lapisan warna pelangi. Orang tua juga bisa mengajak si kecil melakukan eksperimen benda tenggelam & mengapung. Caranya: Siapkan ember kecil berisi air, benda kecil (peniti, pensil kayu, bola plastik, kapal-kapalan) Minta si kecil memasukkan tiap benda ke dalam air untuk mengamati mana yang mengapung atau tenggelam. Baca juga: Ragam Eksperimen dan Craft untuk Belajar Topik Hujan: Sesuai Kurmer PAUD / TK 3. Kegiatan reflektif Minta anak membuat buku refleksi dan harapan. Caranya: Siapkan buku catatan, pensil, dan dekorasi (stiker atau spidol warna) Ajak si kecil menuliskan peristiwa baik yang bisa disyukuri juga harapan di tahun mendatang Setelah selesai, dekorasilah buku itu bersama-sama. Kreasikan koleksi foto pengalaman di 2024. Caranya: Bantu si kecil menyiapkan semua foto kejadian dan pengalaman bersama keluarga di 2024 yang sudah dicetak Siapkan pula kertas karton besar, gunting, lem, dan kertas warna-warni Susun foto sesuai urutan kejadian dan berikan dekorasi agar makin indah Ajak si kecil berdoa bersama sambil mengucapkan syukur atas pengalaman dan kebersamaan dengan keluarga di tahun ini. 4. Melakukan family game Bermain balon harapan Ayah bunda bisa menyiapkan balon, kertas kecil (bertuliskan harapan atau resolusi di 2025), dan pulpen. Kemudian, masukkan kertas kecil ke dalam balon. Saat bermain, tiap anggota keluarga harus memecahkan balon tersebut dan mengucapkan doa sesuai yang tertulis pada kertas kecil. Berburu harta karun Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah tulisan petunjuk sederhana pada kertas serta hadiah menarik. Ajak si kecil mencari harta karun dengan bantuan kertas bertuliskan petunjuk menuju harta karun. Baca juga: Permainan 3M (Mudah, Murah, Menyenangkan): Aktivitas Liburan di Rumah Bersama Keluarga 5. Memasak bersama Membuat es soda buah Siapkan aneka buah yang sudah diiris dalam bentuk kecil-kecil, seperti jeruk, apel, anggur, air soda, madu, dan es batu. Lalu, campurkan dalam wadah besar beserta dengan es batu, air soda, dan madu. Puding pelangi tahun baru Siapkan susu, agar-agar, gula, dan pewarna makanan. Lalu, masaklah agar-agar yang telah dikombinasikan dengan susu dan gula. Bagilah adonan menjadi beberapa bagian dan tuangkan sedikit pewarna makanan. Lalu, tuangkan secara berlapis-lapis dalam cetakan. 6. Membuat kerajinan tangan Topi pesta tahun baru Siapkan kertas karton, gunting, pita elastis, lem, glitter, kertas warna-warni, dan spidol. Lalu, buatlah kertas karton menjadi bentuk kerucut dan hiaslah dengan glitter, spidol, serta kertas warna-warni. Pita elastis digunakan sebagai tali, agar topi bisa terpasang di kepala si kecil lebih erat. Kalender buatan sendiri Cetaklah gambar kalender lengkap dengan tulisan bulan, tanggal, dan hari (bisa didapatkan di Canva atau Google Image). Kemudian, potonglah gambar kalender per bulannya, lalu tempelkan pada kertas manila. Setelah 12 bulan tertempel, ayah bunda bisa mengajak si kecil mendekorasinya. Baca juga: 21+ Bahan Loose Part: Bisa Jadi Media Pembuat Craft Anak Saat Liburan Nataru 7. Menonton video animasi Ayah bunda bisa mengajak si kecil menonton video animasi tentang cerita rakyat, fabel, dan kisah Nabi. Berikut contohnya: RIRI Cerita Anak Interaktif: koleksi dongeng pembangun karakter anak usia dini dalam bentuk animasi KABI (Kisah Nabi): animasi cerita atau kisah nabi yang bermanfaat membangun karakter anak Muslim. Baca juga: Peran Riri Cerita Anak Interaktif dalam Edukasi Anak Usia Dini Semoga cuaca hujan di kala liburan tidak mengurangi sukacita liburan Natal dan tahun baru. Karena yang paling utama adalah kebersamaannya dengan keluarga. Namun, tentu saja kita semua tetap berdoa agar cuaca saat liburan Natal dan Tahun Baru selalu cerah dan baik, sehingga bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Selamat menikmati waktu liburan bersama keluarga. RIRI: Ayo Kembangkan Karakter Positif Si Kecil dengan Cerita Anak Interaktif Sumber referensi:1. Freepik.com. (2024). Happy asia family homeschooling father teach children using digital tablet [1]
Untuk menjadi inspirasi bagi anak-anak didik, guru harus terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan tren terbaru demi pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Inilah beberapa kompetensi penting yang perlu dikembangkan atau dikuasai oleh guru di tahun 2025 dan bisa dipelajari saat liburan akhir semester dan liburan Nataru. Baca juga: Tips PENTING untuk Guru PAUD PEMULA di Era Digital: Murid Zaman Now Jadi Senang 1. Pendidikan berbasis integrasi dengan teknologi Banyak aplikasi dan platform edukasi yang memudahkan kinerja guru. Aktivitas yang dulunya terlihat sulit dan membutuhkan waktu lama, bisa dikerjakan lebih mudah dan cepat. Salah satunya, membuat soal atau kuis berbasis gim. Bagaimana caranya? Dalam menu ChatGPT silakan ketik: “10 soal kuis mengenal dunia binatang 2 pilihan jawaban.” Pasti akan keluar 10 soal sesuai permintaan. Soal-soal tersebut bisa di-copy paste ke menu khusus untuk membuat soal di Quizziz. Semua soal akan secara otomatis menjadi gim yang siap dimainkan. Beberapa aplikasi dan platform yang bisa dipelajari secara mandiri adalah Quizziz, Canva, dan Google Classroom. Anda bisa belajar secara autodidak dengan memanfaatkan aneka tutorial di YouTube. Baca juga: Tantangan PAUD Masa Kini agar SIAP BERADAPTASI dengan PERKEMBANGAN TEKNOLOGI | Melatih KREATIVITAS DIGITAL Anak Didik itu PENTING 2. Pemanfaatan gim edukasi Aneka gim edukasi yang bisa dimainkan anak didik banyak tersedia di internet dan aplikasi. Berikut berapa gim menarik untuk anak usia dini antara lain: Marbel TK dan PAUD Funbrain.com Starfall.com Kids.nationalgeographic.com/games Pahami kebutuhan anak didik, dan tingkatkan kemampuan mereka sesuai kebutuhan, dengan mengajak anak bermain gim. 3. Pengembangan kecerdasan emosional Pemanfaatan teknologi sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Agar anak tetap terlatih dalam hidup bersosial dan mengembangkan empatinya, guru perlu mengikuti aneka pelatihan atau seminar, seperti: Teknologi sebagai media pengembang keterampilan sosial anak Membangun social skill melalui aktivitas bermakna Melatih empati anak di era digital Mengembangkan empati anak dalam pembelajaran di sekolah Digital balance: Menyeimbangkan teknologi dan interaksi sosial anak Peran guru dalam membentuk generasi berempati di era digital Bila Anda tidak sempat mengikuti pelatihan atau seminar bertemakan di atas, silakan membaca artikel di internet atau membaca buku. Baca juga: Kenalkan Aneka Emosi ke Anak, Ternyata Manfaatnya Luar Biasa 4. Kreativitas dalam pembelajaran di sekolah Guru bisa mempelajari aneka kreativitas menarik yang bisa diajarkan kepada anak-anak di sekolah melalui platform penyedia video atau foto edukasi, seperti YouTube dan Pinterest. Beberapa tema yang menarik, yakni: Membuat kreasi kolase dari bahan kertas origami Melukis dengan teknik blot painting menggunakan cat air dan kertas lipat. Membuat kreasi origami 3D berbentuk binatang. Membuat kerajinan daur ulang dari bahan limbah botol plastik atau kardus. Membuat dekorasi dinding dengan teknik cetak daun (leaf printing). 5. Kompetensi multikultural Guru bisa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang keberagaman dengan cara: Membaca artikel atau buku dan menonton video edukasi mengenai pendidikan inklusif dan eksplorasi budaya Bergabung dengan kelompok atau forum diskusi edukasi multikultural Menghadiri acara budaya untuk memahami tradisi dan nilai-nilai masyarakat yang berbhineka Belajar bahasa baru agar makin memahami perspektif budaya lain Mengintegrasikan cerita rakyat atau seni dari berbagai budaya ke dalam pembelajaran Menggunakan permainan dan simulasi yang menggambarkan tantangan hidup di berbagai budaya Baca juga: Ajarkan Keberagaman Budaya kepada Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif 6. Mempelajari metode mengajar berpusat pada anak Guru perlu memahami bakat, minat, dan kebutuhan anak didiknya, agar bisa memberi materi pembelajaran yang adaptif sehingga kian termotivasi dan merasa senang saat pembelajaran. Berikut beberapa caranya: Menambah pengetahuan tentang montessori dan pendidikan berbasis proyek Belajar pendekatan Reggio Emilia, untuk memahami pentingnya eksplorasi, dokumentasi, serta pembelajaran berbasis minat anak Mengikuti pelatihan diferensiasi pembelajaran untuk merancang materi yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan anak Menerapkan strategi pembelajaran siswa aktif, seperti diskusi kelompok, percobaan sains, atau peragaan drama Mengaplikasikan praktik mindfulness dalam pembelajaran, demi menciptakan lingkungan belajar yang baik dan mendukung kesejahteraan emosional anak. 7. Keterampilan adaptif dengan tren yang sesuai dengan perkembangan zaman Teknologi terus berkembang dan zaman kian maju. Guru perlu memiliki keterampilan adaptif sesuai tren, perkembangan zaman, juga kebutuhan anak didik. Berikut beberapa caranya: Mengikuti komunitas atau forum pendidikan Banyak membaca jurnal ilmiah Mempelajari keterampilan baru yang relevan, seperti coding, desain grafis, atau literasi digital, untuk diterapkan dalam pengajaran Menggunakan media sosial untuk mengikuti tren global di dunia pendidikan, seperti penggunaan AI dalam pembelajaran. Pendidikan adalah kunci, dan guru adalah pintunya. Agar bisa menjadi guru yang inspiratif dan disukai anak-anak, teruslah membuka pintu itu demi menciptakan masa depan generasi penerus bangsa yang lebih cerah. Dengan bersemangat mempelajari kompetensi baru, semoga anak didik makin mampu menemukan jati diri mereka dan bersemangat meraih cita-citanya sesuai bakat mereka. Semoga liburan akhir semester dan liburan Nataru menjadi kian bermakna dan bermanfaat bagi Anda sebagai guru, dan bagi anak-anak didik nantinya. RIRI: Koleksi Cerita Anak Interaktif untuk Membangun Karakter Si Kecil Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). People taking part high protocol event [1]2. Rivieradaycare.com. (2024). 5 essential attributes a good kindergarten teacher [2]3. Slideshare.net. (2024). Competencies and professional development needs of kindergarten teachers [3]
Desember sampai Januari menjadi bulan-bulan di mana ada banyak waktu liburan bagi anak didik. Masa ini merupakan suatu kesempatan yang baik bagi sekolah, khususnya PAUD atau TK untuk melakukan promosi sekolah saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Tentu saja, tujuannya untuk mendapat banyak calon anak didik baru. Dalam hal ini, pihak sekolah bisa melibatkan guru serta semua staf di sekolah dalam program ini. Baca juga: 9 Persiapan PPDB PAUD / TK yang TERPENTING | Karena KESAN PERTAMA untuk MURID BARU itu PERLU Lalu, strategi promosi apa saja yang perlu direncanakan dan dilakukan selama masa liburan? Berikut ini jawabannya: 1. Kolaborasi dengan influencer Ajak influencer pendidikan atau parenting yang cukup terkenal untuk membuat konten video promosi sekolah. 2. Mengadakan acara di tempat wisata Saat liburan, biasanya tempat wisata akan sangat ramai. Sekolah bisa mengadakan acara pentas seni, lomba, dan acara menarik lainnya sembari mempromosikan sekolah lewat acara tersebut. 3. Mengadakan open house di sekolah Siapkan acara-acara menarik, interaktif, dan yang melibatkan pengunjung, terutama anak-anak agar bisa ikut terlibat, misalnya eksperimen sederhana, gerak lagu, teknik menggambar, dan lainnya. Unduh KABI: Anak bisa Belajar Mengembangkan Karakternya dengan Animasi Kisah Nabi 4. Mengadakan acara edukatif di sekolah untuk umum Adakan acara edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak, misalnya workshop memasak, menggambar, dan sebagainya. 5. Promosi via media sosial Dalam media sosial milik sekolah berilah konten promosi yang menarik, seperti pembukaan beasiswa, diskon biaya sekolah, atau undangan gratis mengikuti program di sekolah, misalnya free trial class. GRATIS Modul Ajar PAUD: Ada Berbagai Tema Menarik (LENGKAP) 6. Free trial class Pihak sekolah bisa mengundang para calon siswa untuk mengikuti free trial class atau kelas percobaan gratis. Ajarkan kepada para calon siswa baru, untuk mengikuti kelas yang menarik, misalnya kelas olahraga atau kelas percobaan. 7. Berkegiatan sosial Kegiatan sosial yang melibatkan anak didik dan orang tua bisa membawa citra positif bagi sekolah. Aksi nyata ini juga bisa menarik perhatian calon orang tua dan anak didik baru. 8. Promo diskon selama liburan Tawarkan diskon biaya pendidikan atau gratis biaya pendaftaran untuk calon anak didik baru. Baca juga: 10 Persiapan Guru PAUD / TK Awal Semester: Penting, Agar Makin Optimal dalam Mengajar 9. Mempublikasikan prestasi Publikasikan prestasi anak didik dan sekolah melalui media sosial, agar bisa menjangkau atau ditonton oleh lebih banyak netizen. 10. Mengadakan paket liburan edukasi Paket liburan ini mengajak semua peserta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif, seperti bermain dengan eksperimen sains, belajar coding, belajar robotik, dan lain-lain. 11. Membuka booth kreativitas di Mall Booth ini bisa didirikan di mall, taman bermain, dan tempat umum yang banyak dikunjungi anak-anak. Sediakan alat dan bahan untuk membuat kreativitas, juga libatkan guru untuk menjadi instruktur peserta. 12. Lomba berhadiah Gelarlah lomba yang terbuka untuk umum, contohnya lomba menggambar, bernyanyi, menari, atau mewarnai. Lomba yang dilakukan secara online juga bisa menjadi pilihan karena dipandang lebih praktis dan efisien, seperti lomba foto keluarga dan lomba membuat video. 13. Mengadakan pasar raya Adakan pasar raya dengan mengundang pemilik usaha lokal atau warga sekitar agar bisa membuka booth. 14. Menulis artikel edukasi Ajak semua guru menulis artikel edukasi atau seputar kegiatan dan program di sekolah, lalu diunggah di situs sekolah dan media sosial. 15. Membuat film pendek Buatlah film pendek berisi aktivitas-aktivitas di sekolah yang paling disukai anak didik, lalu publikasikanlah dalam website dan media sosial sekolah. 16. Mengadakan kompetisi “TikTok Challenge” Adakan lomba bertema “TikTok Challenge” dan minta peserta lomba untuk membagikannya, di mana salah satu kriterianya adalah jumlah penonton. Pasti peserta lomba akan terpacu untuk membagikannya secara luas. 17. Mengadakan seminar atau workshop Adakan seminar atau workshop gratis yang terbuka untuk umum. Jangan lupa libatkan anak didik dan guru. Baca juga: Pentingnya Promosi Berbasis Digital Sekolah Masa Kini Mari jadikan waktu liburan bukan hanya untuk bersenang-senang, namun, juga untuk mendapat calon anak didik baru. Keberlangsungan pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi jumlah anak didiknya. Untuk itu, diperlukan strategi promosi yang tepat untuk menarik perhatian calon siswa dan orang tua, sekaligus membangun citra positif sekolah. Semoga liburan semester dan Nataru di tahun ini, bisa menjadi kesempatan emas untuk bisa mengenalkan sekolah kepada khalayak umum dan mendapat anak didik baru saat PPDB sekolah. Sumber referensi: 1. Nojokechildcare.com. 2024. Kindergarten marketing strategy [1] 2. Celpr.com. 2024. Kindergarten enrollment strategies [2]
Kecerdasan digital menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi anak zaman sekarang. Kecerdasan ini berhubungan erat dengan kemampuan anak dalam menggunakan perangkat digital secara bijak dan efektif. Makin baik kecerdasan digitalnya, anak akan makin mampu menggunakan perangkat digital secara aman dan positif. Baca juga: KEGIATAN ANAK yang Sederhana & Termudah DENGAN HANDPHONE | Kembangkan Literasi Digital Bersama Si Kecil Usia 5-6 Tahun Liburan Nataru dan akhir semester 1 bisa menjadi peluang besar untuk melatih kecerdasan digital anak. Salah satunya, mengajak Si Kecil membuat aneka konten edukatif. Apa saja jenis konten yang edukatif dan sederhana tersebut? A. Konten foto Kreasi craft Ajak anak membuat craft, misalnya diorama, kolase, origami, atau kreasi berbahan limbah. Ambil gambar kreasi terbaik anak, dan unggah di media sosialnya. Objek menarik saat tamasya Minta anak memfoto tiap obyek wisata yang dikunjunginya, dan upload di media sosialnya. MARBEL TK DAN PAUD: Membantu Kembangkan Aneka Keterampilan Dasar Anak PAUD dengan Gims yang Menyenangkan Membuat buku kegiatan harian Ayah bunda bisa membantu si kecil mengambil gambar kegiatan mereka selama liburan. Ajak mereka membuat buku cerita dari koleksi foto kegiatan menarik yang dilakukan selama liburan. Membuat pigura foto kebersamaan dengan keluarga dan teman Ambil gambar anak saat beraktivitas dengan keluarga dan teman. Setelah foto dicetak, ayah bunda bisa memasangkan frame pada foto terbaik dan memajangnya di rumah. Berfoto dengan hewan peliharaan Ajak anak foto bersama hewan peliharaan, misalnya saat memberi makan dan bermain bersama. Saat mengunggahnya di media sosial, tuliskan caption tentang rasa syukur kepada Tuhan atau pentingnya merawat ciptaan Tuhan. Baca juga:7 Tips Foto Keluarga Biar Jadi Family Goals B. Konten video Tutorial membuat craft Saat anak membuat kerajinan tangan sederhana, ayah bunda bisa mendokumentasikan, sambil bertanya “Kreasi ini terbuat dari apa?”, “Bagaimana cara membuatnya?”, dan lain-lain. Vlog kegiatan di rumah Saat anak memasak, merawat kebun, merapikan mainan, dan sebagainya, ayah bunda bisa mendokumentasikannya, sambil mengajak mereka berkreasi dan bernarasi dengan kalimat sederhana. Membuat film pendek Ayah bunda bisa berperan sebagai sutradara dengan membantu anak membuat naskah drama sederhana, lalu ajak mereka bermain peran bersama saudara. Pilihlah tema yang menarik dan sederhana, seperti indahnya berbagi, pentingnya hidup rukun, indahnya memaafkan, dan lainnya. Baca juga:Suka Bikin Konten Edukasi? Ini Rahasianya Agar Viral Vlog hewan peliharaan Minta anak memvideokan hewan peliharaannya sambil bercerita. Contoh, “Inilah hewan peliharaanku. Aku sayang banget sama Keti. Keti adalah kucing yang lucu.” Unboxing mainan kesukaan Saat ayah bunda membelikan anak mainan baru, videokan momen saat si kecil membuka mainan tersebut. Ekspresi kegembiraan anak ketika membuka bungkus mainan kesukaan, akan menjadi salah satu momen terindah. Video story telling Minta anak membuat gambar sendiri yang akan digunakannya sebagai media bercerita, dan ajak mereka menceritakan kisah favoritnya di depan kamera. Video bernyanyi lagu favorit Ketika anak menyanyikan lagu favoritnya, ayah bunda bisa memvideokannya dengan kamera HP. Minta mereka bernyanyi sambil membuat gerakan atau tarian yang lucu. Video kata-kata inspiratif Ajari anak mengucapkan kalimat inspiratif sederhana, seperti “Kita semua berbeda. Namun, seperti aneka bunga di taman, indah sekali bukan? Mari saling menyayangi, menghargai, dan selalu menjaga kerukunan. Agar dunia menjadi tempat yang nyaman dan indah untuk kita tempati.” Video bertema kuliner Agar kian menarik, ayah bunda bisa mengajak si kecil terlibat dalam proses pembuatan makanan. Ajak anak menghias dan menyajikan makanan, menyiapkan peralatan makan, hingga ketika mereka menyantapnya. Baca juga:Konten Digital Menarik yang Bisa Dibuat Orang Tua bersama Si Kecil Dengan membuat konten edukatif bersama Si Kecil, Ayah Bunda tidak hanya melatih kecerdasan digital anak, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat selama liburan! Sumber Referensi: 1. Freepik.com. (2024). Woman having video call with her husband their daughter [1]2. Kompas.id. (2024). En perbanyak konten digital ramah anak [2]3. Kidsinmuseums.org.uk. (2024). Creating digital content for children and families [3]